x

#htmlcaption1 aj43 Management aj43 Management aj43 Management aj43 Management aj43 Management #htmlcaption1 aj43 Management #htmlcaption2 aj43 Management #htmlcaption1
Selamat Datang di Website AJ43 Management "Ahmad Jaelani" 0899-0019-009 / 0822-9899-2934 Salam Hangat

Jumat, 15 Januari 2016

FUNGSI DAN PENGERTIAN AKUNTANSI BIAYA


BAB I
FUNGSI DAN PENGERTIAN AKUNTANSI BIAYA

SUMBER : MK AKUNTANSI BIAYA 1 / TAVITRI RANGKUTI, SE. MM



A.     FUNGSI MANAJEMEN
Manajemen perusahaan dapat digolongkan ke dalam tiga tingkatan yaitu :
1.   Kelompok manajemen atas (top management) atau setingkatnya meliputi Direktur atau Direksi perusahaan, Menejer Bagian;
2.  Kelompok manajemen menengah (midle management) meliputi manajer cabang, kepala departemen, kepala divisi atau yang setingkat;
3. Kelompok manajemen bawah (lower management), meliputi mandor, kepala regu dan yang setingkat.


Semua kelompok memerlukan data biaya yang harus disajikan secara sistematis dalam melaksanakan fungsi manajemen yaitu untuk menentukan tujuan perusahaan dan merealisasi atau mencapai tujuan tersebut dengan efektif dan efisien.

Adapun Fungsi manajemen meliputi :
1.      Perencanaan
2.      Mengorganisasi
3.      Pengarahan
4.      Pengendalian

B.     STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN
Struktur organisasi dibentuk untuk mnentukan posisi, wewenang, kewajiban, tanggungjawab, serta hubungan antar menejer di dalam perusahaan.

Dalam hubungannya dengan akuntansi biaya, organisasi perusahaan akan bermanfaat :
1.      Untuk menyusun sistem akuntansi biaya (cost system) dan pelaporan biaya (cost report) sesuai dengan tanggungjawab individual dalam mencapai tujuan.
2.      Untuk menggambarkan organisasi bagian akuntansi yang bertugas menysuun informasi keuangan yang akan digunakan sebagai alat manajemen dalam melaksanakan fungsinya.

C.     HUBUNGAN AKUNTANSI KEUANGAN DENGAN AKUNTANSI BIAYA
Akuntansi keuangan adl proses pencatatan dan penggolongan, peringkasan, dan penyajian dari traksaksi keuangan dengan cara yang sistematis, serta penafsiran terhadap hasilnya dari laporan yang disajikan oleh akuntans.
Tujuan akuntansi keuangan adl sebagai alat pembantu untuk menjalankan fungsi, alat komunikasi dan pertanggung-jawaban dari manajemen kepada berbagai pihak yang menggunakan laporan keuangan.

Keterbatasan akuntansi keuangan bagi manajemen, khususnya untuk perusahaan manufaktur, adl :
1.      Untuk penentuan harga pokok berbagai jenis produk atau berbagai jasa yang dihasilkan perusahaan.
2.      Untuk menyususn perencanaan dan mengendalikan biaya.
3.      Untuk pengambilan keputusan yang berhubungan dengan biaya.


D.     PENGERTIAN DAN TUJUAN AKUNTANSI BIAYA
Akuntansi biaya adl salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen dalam memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistimatis, serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya.

Pada awal timbulnya akuntansu biaya mula-mulanya hanya ditujukan untuk penentuan harga pokok produk atau jasa yang dihasilkan, akan tetapi dengan semakin pentingnya biaya non produksi, yaitu biaya pemasaran, dan administrasi umum, akuntansi biaya saat ini ditujukan untuk menyajikan informasi biaya bagi manajemen baik biaya produksi maupun non produksi.



Tujuan atau manfaat akuntansi biaya adl menyediakan salah satu informasi yang diperlukan menejemen dalam pengelola perusahaan, yaitu informasi biaya yang bermanfaat untuk :

1.      Perencanaan dan pengendalian biaya.
2.      Penentuan harga pokok produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan dengan tepat dan teliti.
3.      Pengambilan keputusan oleh menejemen.

Oleh karena itu tugas dari akuntansi biaya, biasanya dilaksanakan oleh bagian akuntansi biaya, secara terperinci adalah sebagai berikut :
1.      Menyediakan data biaya yang diperlukan untuk perencanaan dan pengendalian kegiatan.
2.      Menyediakan data biaya untuk pengambilan keputusan sehari-hari atau proyek khusus yang memerlukan pemilihan alternatif yang harus diambil.
3.      Berpartisipasi dalam berkreasi dan menyusun badget.
4.      Menetapkan metode dan prosedur pengendalian dan perbaikan operasi serta program pengurangan biaya.
5.      Mengembangkan sistem dan analisa biaya dalam rangka penentuan harga pokok dan menganalisa penyimpangan dan pengendalian phisik.
6.      Menyusun laporan biaya.

A.     KONSEP AKUNTANSI BIAYA
Konsep dan terminologi akuntansi biaya diperlukan untuk dasar pembahasan akuntansi biaya dengan tujuan supaya dapat dipakai pedoman di dalam penysusunan laporan biaya.

Beberapa konsep dan terminologi yang sering dipalkai :
1.      Harga perolehan atau harga pokok (cost)
Adl jumlah yang dapat diukur dalam satuan uang dalam rangka pemilikan barang dan jasa yang diperlukan perusahaan, baik pada masa lalu (harga perolehan yang telah terjadi) maupun pada masa yang akan datang (harga perolehan yang akan terjadi)
2.      Biaya (expenses)
Adl harga perolehan yang dikorbankan atau digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan (revenues) dan akan dipakai sebagai pengurang penghasilan.
3.      Penghasilan (revenues)
Adl jumlah yang dapat diukur dalam satuan uang dalam rangka penjualan barang dagangan, produk atau jasa yang dilakukan oleh perusahaan kepada pihak lain.
4.      Rugi dan laba (profit and loss)
Adl hasil dari proses mempertemukan secara wajar antara semua penghasilan dengan semua biaya dalam periode akuntansi yang sama.
5.      Rugi (losses)
Adl berkurangnya aktiva atau kekayaan perusahaan yang bukan karena pengambilan modal oleh pemilik, di mana tidak ada manfaat yang diperoleh dari berkurangnya aktiva tersebut.

B.     PENGGOLONGAN BIAYA
Adl proses pengelompokan secara sistematis atas keseluruhan eleman yang ada ke dalam golongan-golongan tertentu yang lebih ringkas untuk dapat memberikan informasi yang lebih punya arti atau lebih penting.

1.      Penggolongan biaya sesuai dengan fungsi pokok dari kegiatan/aktivitas perusahaan (cost classified accourding to the function of business activity)
Fungsi pokok dari kegiatan perusahaan-perusahaan dapat digolongkan ke dalam :
a.      Fungsi produksi, yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai yang siap untuk dijual.
b.      Fungsi pemasaran, yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan penjualan produk selesai yang siap dijual dengan cara yang memuaskan pembeli dan dapat memperoleh laba sesuai yang diinginkan perusahaan.
c.      Fungsi administrasi dan umum, adl fungsi yang berhubungan dengan kegiatan penentuan kebijaksanaan, pengarahan, dan pengawasan kegiatan perusahaan secara keseluruhan agar dapat berhasil guna (efektif) dan berdaya guna (efisien).
d.      Fungsi keuangan (financial), yaitu fungsi berhubungan dengan kegiatan keuangan atau penyediaan dana yang diperlukan perusahaan.

Atas dasar fungsi tersebut di atas, biaya dapat dikelompokkan menjadi :
a.      Biaya produksi, yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi atau kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai.
b.      Biaya pemasaran, yaitu biaya dalam rangka penjualan produk selesai sampai dengan pengumpulan piutang menjadi kas.
c.      Biaya administrasi dan umum, yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi administrasi dan umum.
d.      Biaya keuangan, adl semua biaya yang terjadi dalam melaksanakan fungsi keuangan.

2.      Penggolongan biaya sesuai dengan periode akuntansi di mana biaya akan dibebankan.
Untuk dapat menggolongkan biaya sesuai dengan periode akuntansi di mana biaya dibebankan, lebih dahulu perlu dibahas penggolongan pengeluaran (expenditures), di mana penggolongan pengeluaran akan berhubungan dengan kapan pengeluaran tersebut akan menjadi biaya.





1.      Penggolongan biaya sesuai dengan tendensi perubahannya terhadap aktivitas atau kegiatan atau volume.
Penggolongan biaya sesuai dengan tendensi perubahannya terhadap aktivitas terutama untuk tujuan perencanaan dan pengendalian biaya serta pengambilan keputusan. Tendensi perubahan biaya terhadap kegiatan dapat dikelompokkan menjadi :

a.      Biaya tetap (fixed cost)
Karakteristik biaya teta sebagai berikut :
1)   Biaya yang jumlah totalnya tetap konstan tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai dengan tingkatan tertentu.
2)   Pada biaya tetap, biaya satuan (unit cost) akan berubah berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan, semakin tinggi volume kegiatan semakin rendah biaya satuan, semakin rendah volume kegiatan semakin tinggi biaya satuan.

b.      Biaya variabel (variable cost)
Karakteristik biaya variabel sebagai berikut :
1)   Biaya yang jumlah totalnya akan berubah secara sebanding (proporsional) dengan perubahan volume kegiatan, semakin besar volume kegiatan semakin tinggi jumlah total biaya variabel, semakin rendah volume kegiatan semakin rendah jumlah total biaya variabel.
2)   Pada biaya variabel, biaya satuan tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan, jadi biayasatuan konstan.

c.      Biaya semi variabel (semi variable cost)
Karakteristik biaya semi variabel sebagai berikut :
1)   Biaya yang jumlah totalnya akan berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat perubahannya tidak sebanding.
2)   Pada biaya semi variabel, biaya satuan akan berubah terbalik dihubungkan dengan perubahan volume kegiatan tetapi sifatnya tidak sebanding.

2.      Penggolongan biaya sesuai dengan obyek atau pusat biaya yang dibiayai.
Penggolongan biaya atas dasar obyek atau pusat biaya, biaya dibagi menjadi :

a.      Biaya langsung (direct cost)
Adl biaya yang terjadinya atau manfaatnya dapat diidentifikasikan kepada obyek atau pusat biaya tertentu.

b.      Biaya tidak langsung (indirect cost)
Adl biaya yang terjadinya atau manfaatnya tidak dapat diidentifikasikan pada obyek atau pusat biaya tertentu, atau biaya yang manfaatnya dinikmati oleh beberapa obyek atau pusat biaya.

3.      Penggolongan biaya untuk tujuan pengendalian biaya.
Untuk pengendalian biaya informasi biaya yang ditujukan kepada menejemen dikelompokkan ke dalam :

a.      Biaya terkendalikan (controllable cost)
Adl biaya yang secara langsung dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan tertentu dalam jangka waktu tertentu.
b.      Biaya tidak terkendalikan (uncontrollable cost)
Adl biaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan/pejabat tertentu berdasarkan wewenang yang dia miliki atau tidak dapat dipengaruhi oleh seorang pejabat dalam jangka waktu tertentu.

4.      Penggolongan biaya sesuai dengan tujuan pengambilan keputusan.
Untuk tujuan pengambilan keputusan oleh menejemen data biaya dikelompokkan di dalam :

a.      Biaya relevan (relevant cost)
Adl biaya yang akan mempengaruhi pengambilan keputusan, oleh karena itu biaya tersebut harus diperhitungkan di dalam pengambilan keputusan.

b.      Biaya tidak relevan (irrelevant cost)
Adl biaya yang tidak mempengaruhi pengambilan keputusan, oleh karena itu biaya ini tidak perlu diperhitungkan atau dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan.

A.     METODE PENGUMPULAN HARGA POKOK
Secara ekstrim pola pengumpulan harga pokok dapat dikelompokkan menjadi dua metode yaitu : 1. Metode harga pokok pesanan dan 2. Metode harga pokok proses.

1.      Metode harga pokok pesanan (job order cost method)
Adl metode pengumpulan harga pokok produk di mana biaya dikumpulkan untuk setiap pesanan atau kontrak atau jasa secara terpisah, dan setiap pesanan atau kontrak dapat dipisahkan identitasnya.

Pada harga pokok pesanan, harga pokok dikumpulkan untuk setiap pesanan sesuai dengan biaya yang dinikmati oleh setiap pesanan, jumlah biaya produksi setiap pesanan akan dihitung pada saat pesanan selesai.

2.      Metode harga pokok proses (process cost method)
Adl metode pengumpulan harga pokok produk di mana biaya dikumpulkan untuk setiap satuan waktu tertentu, misalnya bulan, triwulan, semester, tahun.

Kegiatan produksi perusahaan ditentukan oleh budget produksi atau skedul produksi untuk satuan waktu tertentu yang sekaligus dipakai dasar oleh bagian produksi untuk melaksanakan produksi.

Karakteristik dari metode harga pokok pesanan dan harga pokok proses sebagai berikut :

SEGI PERBEDAAN

METODE HARGA POKOK PESANAN

METODE HARGA POKOK PROSES

Dasar kegiatan produksi

Pesanan langganan

Budget produksi

Tujuan produksi

Untuk melayani pesanan

Untuk persediaan yang dijual

Bentuk produk

Tergantung spesifikasi pemesan dan dapat dipisahkan identitasnya

Homogin dan standar

Biaya produksi dikumpulkan

Setiap pesanan

Setiap satuan waktu

Kapan biaya produksi dihitung

Pada saat suatu pesanan selesai

Pada akhir periode/satuan waktu

Menghitung harga pokok

Harga pokok pesanan tertentu
Jumlah produk pesanan yang bersangkutan

Harga pokok periode tertentu
Jumlah produk periode yang bersangkutan

Contoh perusahaan

Percetakan, kontraktor, konsultan, kantor akuntan

Semen, kertas, tekstil, petrokimia, penyulingan minyak, PLN, air minum, angkutan

Dalam praktek terdapat modifikasi metode harga pokok pesanan dan harga pokok proses misalnya pada :

1.      Harga pokok pesanan berganda (multiple job cost method)
Digunakan perusahaan kontraktor bangunan yang mengerjakan kontrak untuk jangka panjang dan terdiri dari beberapa tahap pekerjaan, maka harga pokok pesanan harus diselenggarakan untuk setiap tahap pekerjaan.

2.      Metode harga pokok klas/jenis (class cost method)
Dalam beberapa perusahaan dapat menghasilkan beberapa jenis produksi yang dapat digolongkan ke dalam klas atau kelompok-kelompok tertentu.

3.      Metode harga pokok perakitan (assembly cost method)
Melaksanakan proses produksi dengan membeli seluruh atau sebagian produk (suku cadang) dari pihak luar kemudian dirakit menjadi beberapa jenis produk.


B.     SISTEM AKUNTANSI BIAYA
Adl organisasi dari formulir, catatan-catatan dan laporan-laporan yang terkoordinasi dengan tujuan untuk melaksanakan kegiatan dan merupakan informasi biaya bagi menejemen.

Secara ekstrim sistem akuntansi biaya dapat dikelompokkan menjadi dua sistem, yaitu :

1.      Sistem harga pokok sesungguhnya
Adl sistem pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan harga pokok atau biaya sesungguhnya dinikmati.

2.      Sistem harga pokok yang ditentukan di muka
Adl sistem pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan atau jasa yang dihasilkan sebesar harga pokok yang ditentukan di muka sebelum suatu produk atau pesanan atau jasa dimulai dikerjakan.

C.     JUMLAH TOTAL BIAYA DAN BIAYA SATUAN
Adl seluruh biaya yang dibebankan dalam melaksanakan kegiatan produksi atau menghasilkan jasa tertentu atau melaksanakan kegiatan yang lain.

Biaya satuan (unit cost) adl seluruh biaya yang dibebankan dalam melaksanakan kegiatan produksi atau menghasilkan jasa atau kegiatan tertentu dibagi dengan jumlah satuan produk atau jasa yang dihasilkan.

D.     FUNGSI LAPORAN KEUANGAN
Informasi akuntansi merupakan alat komunikasi atas hasil yang dicapai menejemen kepada pihak luar atau di dalam perushaaan.

Posting Komentar

Follow by Email