x

#htmlcaption1 aj43 Management aj43 Management aj43 Management aj43 Management aj43 Management #htmlcaption1 aj43 Management #htmlcaption2 aj43 Management #htmlcaption1
Selamat Datang di Website AJ43 Management "Ahmad Jaelani" 0899-0019-009 / 0822-9899-2934 Salam Hangat

Senin, 14 September 2015

MATLAMAT HIDUP

Untuk apa manusia dilahirkan ke dunia ini? Di manakah manusia itu sebelum ia dilahirkan? Dan untuk apa manusia dimatikan? Persoalan ini adalah persoalan setiap orang, yang mesti dijawab dengan hati-hati dan adil. Tepat jawabannya, maka tepatlah tujuan hidup yang dipilihnya. Salah jawabannya, salah jugalah tujuan hidup yang ditujunya.
Dasar sosialis pun lain tujuannya. Demikianlah halnya dengan orang-orang komunis, kapitalis, sekuleris, feodalis, ateis, free thinker dan lain-lain. Masing-masing ada tujuan dan matlamat yang tersendiri. Alangkah banyaknya tujuan hidup yang direka atau diajarkan oleh manusia.
Mungkin sebanyak manusia sebanyak itulah tujuan hidupnya. Para saintis tentu ada pandangan tersendiri tentang tujuan hidup. Ahli olah raga tentu hidup untuk olah raga. Orang kebudayaan barangkali tentu hidup untuk itu. Pendek kata, terpecahnya manusia kepada bidang keahlian masing-masing telah sekaligus menentukan tujuan hidup yang berbeda diantara manusia.

Namun secara umum melihat pada sikap mereka, manusia di seluruh pelosok bumi ini menjadikan hidup mereka untuk:

  • Makan, minum, berumah tangga, beranak-pinak dan tua, kemudian mati; itu saja. Sebab itu persoalan hidup mereka ialah bagaimana mencari duit untuk mendapatkan keperluan-keperluan tadi. halal, haram, wajib atau sunat tidak diperhitungkan lagi. Bekal untuk hidup di akhirat tidak masuk dalam perhitungan pembicaraan hidup di dunia ini. Tuhan tidak penting bagi mereka. Cuma waktu susah, barulah teringat dan minta tolong pada Tuhan. Apabila telah berhasil dan selamat, selamat tinggallah Tuhan!. Bagi umat Islam, yang menganggap hidup ialah untuk makan minum dan nikah kawin itu, upacara-upacara agama yang dilakukan lebih dirasakan sebagai tradisi atau adat daripada untuk taat pada Allah dan bekalan hidup di akhirat. Atau kalaupun memang dimaksudkan untuk Allah dan sebagai bekalan ke akhirat, tetapi hanya karena kebiasaan bukannya dari hati yang benar-benar yakin dan takut pada Allah atau cinta pada Allah SWT. Saya katakan begitu karena orang yang benar-benar beriman dan bertaqwa, hidupnya bukan hanya untuk makan, minum, nikah kawin dan kemudian mati.
  • Sebagian manusia lagi menjadikan matlamat hidup mereka, selain untuk makan minum dan nikah kawin (sebagai keperluan asasnya), untuk dapatkan kekuasaan. Dengan kekuasaan, mereka berharap dapat menguasai dan mencorak bangsa dari kaum lain di dunia. Cita-cita, hidup dan tujuan perjuangan mereka ialah menjadi tuan pada manusia di dunia. Dengan demikian mereka akan dapat menguasai dunia, memiliki nama dan jabatan serta kekayaan seluruhnya. Lalu berjuanglah mereka untuk menjatuhkan penguasa-penguasa yang ada atau untuk menawan daerah yang belum ditawan. Apa yang mereka mau ialah kuasa dunia jatuh ke tangan mereka. Kelompok ini akan mengorbankan tenaga, harta dan jiwa raga demi mencapai tujuan mereka. Mereka juga sanggup memimpin, menzalimi, membunuh dan berperang untuk tujuan dan tujuan tadi.Kocar-kacirnya dunia dan kehidupan manusia akibat dari sikap mereka tidak dihiraukan atau dirisaukan karena itulah juga syarat-syarat untuk sampai ke matlamat mereka. Gagal satu cara, mereka akan coba 1001 cara lagi, tanpa memperhitungkan buruk baiknya. Apabila dapat kekuasaan, mereka akan bertindak sesuka hati. Itulah yang terjadi di seluruh dunia sekarang. Perebutan kekuasaan menjadi satu budaya dunia, yang akibatnya tidak satu negara pun yang sunyi dari krisis, kerusuhan dan peperangan.
  • Terdapat sekumpulan manusia lagi yang menjadikan tujuan hidup mereka untuk mencari kemuliaan diri. Yakni dengan menunjuk-nunjuk dan membangga-banggakan diri. Dengan kata lain, mereka ingin lebih dari orang lain. Karena dengan demikian mereka rasa mu!ia dan akan dimuliakan oleh orang. Mereka tidak mau terhina dan dihina lantaran kemiskinan dan serba kekurangan. Atas tujuan dan matlamat ini mereka bertungkus-lumus mencari kelebihan baik itu harta benda, ilmu pengetahuan, pangkat dan gaji, kecantikan atau lain-lain. Mereka menggunakan apa saja peluang yang ada hingga hasad dengki, dendam, marah, fitnah, menipu, menindas dan lain-lain tidak terkawal lagi. Hilang lenyaplah perpaduan dan kasih sayang sesama manusia. Hidup sendiri-sendiri, senantiasa dalam keadaan tegang dan hati berpecah-belah sekalipun jasad lahir berdekatan, bahkan sekalipun dalam satu partai!

Itulah tingkah laku hidup manusia hasil dari tujuan hidup yang mereka tentukan. Di dunia tidak bahagia, apa lagi di akhirat.
Posting Komentar

Follow by Email